Rabu, 04 Januari 2017

Manajemen kewirausahaan

Materi Kuliah


BAB 5
Manajemen Kewirausahaan

A.Pentingnya Bisnis Kecil
            Bisnis Kecil diartikan sebagai bisnis yang dimiliki dan dikelola oleh orang setempat, mungkin juga dibantu dengan beberapa orang pegawai. Di Indonesia jumlah pegawai yang dikategorikan perusahaan kecil adalah 50 orang, di USA sejumlah 500 orang.
Dengan criteria semacam itu tentulah banyak sekali bisnis kecil di Indonesia bahkan di dunia.
            Di Indonesia bisnis kecil bertumbuhan pesat apalagi setelah krisis moneter melanda sejak paruh kedua tahun 1997, mulai dari PKL di pinggir jalan, perusahaan rumahan seperti catering, jual antar voucher telepon seluler,  jasa pendidikan luar sekolah seperti bimbingan belajar, les privat, rumah makan, toko, kantor akuntan, penasihat hokum, konsultan manajemen, dan sebagainya. Salah satu jenis usaha yang bermula dari usaha kecil adalah perusahaan keluarga.
            Tidak ada bisnis besar yang bertahan sampai sekarang, yang tidak dimulai dari bisnis kecil, kalaupun ada lebih banyak merupakan miracle, mukzizat. Sempati sebagai contoh, sebagai perusahaan penerbangan yang begitu berdiri sudah besar, canggih dan modern pun tidak bias bertahan lama, bahkan tidak sampai 1 dekade sudah harus di pailitkan.
            Bank BNI dulu dikenal sebagai Bank Negara Indonesia 1946 atau BNI 46 adalah bank terbesar di Indonesia-sebelum bank mandiri lahir akibat large 4 bank Negara(bank dagang Indonesia, bank pembangunan Indonesia, bank ekspor impor, dan bank bumi daya). Dulunya hanyalah kelompok simpan-pinjam yang didirikan oleh para pegawai hindia belanda, salah satunya adalah Margono Djojohadikusumo, ayah Prof. Soemitro Djojohadikusumo (alm) yang peduli dengan ekonomi bangsanya.
            Seulawah adalah bantuan rakyat aceh (konon dengan sumbangan segala macam harta yang melekat pada diri orang aceh termasuk gelang emas, cincin emas, dan segala perhiasan yan g berharga karena kecintaanya pada republik Indonesia dan kebenciannya pada penjajah kapir kumpeni, pilot semuanya dari BKR-TKR AU (sekarang Tentara Nasional Indonesia-Angkatan Udara/TNI AU). Tetapi sekarang garuda dengan bangga terbang sebagai flag carrier Indonesia.
            Di Indonesia yang merupakan Negara tropis yang kaya akan air minum, dimana saat itu untuk minum air putih seseorang biasanya hanya meminta saja, bahkan direstoran dan rumah makan sekalipun orang tidak perlu membayar untuk meminum air putih. Namun, dengan keberhasilan aqua menjual air minum dalam kemasan, merubah pola pikir dan bahkan air minum itu laku dijual lebih mahal dari bensin. Sang fenomenal itupun kini lepas dari pangkuan kepemilikan bangsa Indonesia jatuh dari perusahaan keluarga kuat dari perancis, yaitu Danone. Itulah kekuatan usaha yang digalang sejak kecil, dibangun dengan kesungguhan, dan akhirnya dapat menaklukkan perusahaan diseberang jauh dari benuanya sendiri.

B. Pengertian Kewirausahaan
1. Ciri khas kewirausahaan
            Wirausahawan  (entrepeuner) adalah orang yang mampu mengambil factor-faktor produksi dan menggunakannya untuk memproduksi barang dan jasa baru, menyadari peluang yang tidak dilihat atau tidak dipedulikan oleh orang lain.
            Prasyarat Sukses Wirausahawan
Kasali (dalam Abe, 2000) menyatakan ada 5 syarat untuk menjadi wirausahawan yang sukses, yaitu:
1. Reputasi dulu
2. Tumbuh dari bawah
3. Konsentrasi pada bidang yang dikuasai
4. Anti kerumunan
5. Modal hanyalah pelengkap.
            Wirausahawan palsu pasti mengejar uang, bahkan reputasi. Mereka mengejar order sebesar-besarnya, sikut sana sikut sini, kalau mengejar kredit dari bank feasibility study dibuat semanis mungkin. Kalau kredit didapat mobil dan istri baru bertambah. Sebaiknya wirausahawan yang baik akan mementingkan reputasi dan nama baik.
            Reputasi tidak dating dengan sendirinya, melainkan diupayakan dengan ksungguhan hati, keuletan dan kesabaran dengan menggunakan ilmu, keahlian dan pengalaman yang dimiliki. Reputasi bukan sesuatu yang taken for granted(anugarah)nmelainkan dibangun secara terus-menerus. Reputasi akan mendatangkan kepercayaan baik dari pelanggan, pemasok, maupun dari karyawan, karena reputasi menuntut kualitas, bukan hanya wajib dipertahankan , tapi harus ditumbuhkembangkan, diperbaiki secara terus-menerus (continuous improvement).
            Reputasi pada hakikatnya membentuk jaringan (networking). Ibarat bola salju yang terus menggelinding kebawah akan menggulung apa saja lintasannya menjadi benda semakin besar dan mempunyai kekuatan tersendiri yang bahkan tidak terbayag sebelumnya. Reputasi pada akhirnya akan mengangkat harga diri. Begitu anda dikenal dalam bidang usaha anda , uang akan mengejar anda.
            Bidang yang dikuasai bias saja berasal dari bangku sekolah, pengalaman kerja atau Cuma berawal dari sekedar hobi atau mungkin hanya dari pelatihan  singkat yang ditekuni. Seorang wirausahawan tumbuh dan berkembang dari bawah.
           
2. Kewirausahaan vs Manajemen
            Kewirausahaan berbeda dengan manajemen . yang paling menonjol adalah pada kepemilikan. Seorang wirausahawan bekerja dalam perusahaan yang sekaligus menjadi pemilik usaha. Kerja kerasnya akan ia nikmati sendiri. Bila bisnisnya mendatangkan laba , maka laba itu akan sebagian besar dia nikmati sendiri, namun bila rugi, dia akan tanggung sendiri, itu semua akan dialami wirausahawan-wirausahawan muda di Indonesia bahkan di dunia.
           
C. Bisnis Keluarga
            Perusahaan keluarga merupakan sesuatu yang penting. Di Negara-negara barat seperti Amerika Serikat, berdasarkan defenisi yang sempit secara komparatif, pada awal 1990-an, perusahaan keluarga berjumlah lebih dari seperlima dari seluruh perusahaan , menyumbangkan 12% GDP dan memperkerjakan 15% angkatan kerja.
            Perusahaan Keluarga adalah bisnis yang dapat dimiliki yang dikelola oleh satu atau lebih anggota keluarga. Sejumlah bisnis anggota keluarga generasi kedua dan ketiga masih menganggap diri mereka sebagai bisnis keluarga dan keterikatan emosional, bahkan ketika hanya salah seorang anggota keluarga saja yang terlibat dalam perusahaan.

1. Perusahaan Keluarga di Indonesia
            Dari hasil sensus ekonomi 1996, terdapat 16.426.933 perusahaan yang ada di Indonesia. Jumlah perusahaan yang dapat digolongkan sebagai perusahaan keluarga adalah 82,44%.
            Bidang usaha perusahaan keluarga di Indonesia
Dari penelitian Grant Thornton Indonesia ditemukan bahwa sebagian besar perusahaan keluarga bergerak di bidang:
1. Perdagangan besar dan eceran (36%)
2. Manufaktur dan distribusi (24%)
3. Jasa professional (14%)
4. Pertanian (13%)
5. Perikanan (4%)
6. Kontruksi (3%) keuangan
7. Real estate serta transportasi (2%)
8. Hotel dan liburan serta jasa perusahaan (1%)
2. Ciri Perusahaan Keluarga
            Ciri-ciri perusahaan  keluarga pada umunya adalah bahwa perusahaan keluarga: (1) dimiliki oleh sekelompok keluarga tunggal yang dominan dengan  juml;ah kepemilikan saham lebih dari 50%, (2) dirasakan sebagai perusahaan, (3) dikelola oleh orang-orang yang berasal dari keluarga pemilik mayoritas saham.
Tiga Elemen Bisnis Keluarga menurut Morris Taguiri
a. Keluarga,  Keberhasilan dalam keluarga diukur dalam artian harmoni, kesatuan, dan   perkembanga  individu yang bahagia dengan harga diri yang solid dan positif.
b. Bisnis, bisnis adalah entitas ekonomi dimana keberhasilan diukur bukan pada harga diri dan kesenangan interpersonal individu, tetapi dalam produktivitas dan propesionalisme.
c. Kepemilikan, kepemilikan didasarkan pada peranan seseorang dalam investasi dalam perusahaan, peranan meminimalkan resiko, mewakili perusahaan berhubungan dengan pihak luar.

D. Memperbaharui Bisnis
            Perusahaan bersifat terus-menerus di dalam maupun di sekitar organisasi. Setelah perusahaan yang diartikan oleh para usahawan berdiri tegak menjulang, menggajah dan menggurita, lalu perusahaan menjadi berat, tinggi, dan lamban, tidak ada kreativitas dan inovasi, yang ada hanyalah rutinitas yang birokratis yang tidak fleksibel. Kondisi ini akan mengakibatkan kejumudan yang akan membawa suasana bisnis pada kemunduran yang dimulai pada suasana stagnansi.
            Salah satu gejalanya adalah, saat ini perusahaan dipimpin oleh manajer-manajer yang dulunya karyawan yang ikut sang wirausahawan mulai dari bawah kondisinya, sehingga pada saat harus diatas banyak yang kikuk yang berlaku sebagai manajer. Mereka berkembang dari bawah tanpa dipersiapkan sebelumnya untuk menjadi pemimpin. Mereka adalah tenaga lapangan, yang terbiasa menjual barangnya sendiri dengan cara-cara “salesman”, mereka tidak terbiasa “menjual” dengan cara “sales manager”. Sementara itu, manajer yang harus direkrut setelah bisnis membesar tidak memiliki pengalaman historis dengan sang usahawan, sehingga menimbulkan gap cara berpikir dan berkomunikasi. Hambatan-hambatan ini menyebabkan bisnis yang dibangun dari bawah memerlukan kiat khusus untuk terus senantiasa dapat mengembangkan bisnisnya. Cara-cara enterpreunership, seperti mengambil resiko, kreativitas, dan penumbuhan gairah inovasi perlu dimaknai dengan cara lain.




semoga bermanfaat ya guys...


















           

Selasa, 03 Januari 2017

Tugu Tani Nagari Desa Baru

Tugu tani yang ada di desa baru adalah tugu kebanggan masyarakat desa baru, tentu mungkin timbul pertanyaan mengapa harus dibuat tugu tani? mungkin masyarakat desa baru sudah mengerti, karena usah atau pekerjaan sebagian besar masyarakat desa baru ialah sebagai petani.
Tugu tani sendiri diresmikan oleh Bpk. Syahiran sebagai Bupati Pasaman Barat.